Pelantikan DP – PPI Tunisia Periode XV Tahun 2017-2018

Tunisia,PPI.org – Jumat( 12/05/2017), bertempat di Wisma Duta RI Tunis, Le Berges Du lac menjadi momentum yang berharga bagi sejumlah mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam organisasi PPI Tunisia (Persatuan Pelajar Indonesia di Tunisia).Pada hari itu tepat dilaksanakan pelantikan pengurus baru PPI Tunisia periode 15 tahun ajaran 2017-2018, sekaligus secara resmi menjadi wadah pembukaan “masa tugas” pengurus baru hingga satu tahun ke depan.

Acara pelantikan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ahmad Jauhari Umar. Disambung dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.Berperan sebagai MC pada seremoni ini adalah Ahya Jazuli.

Berlanjut ke pengumuman ketua presidieum atas hasil pemilihan umum ketua PPI Tunisia di secretariat pada Kamis (30/03/2017) ketua terpilih yaitu labib El Muna.

Melihat matahari mulai redup MC lantas berinisiatif mengemas acara sesingkat mungkin. Sesi pelantikan pun langsung dilaksanakan. Dengan dipimpin oleh Dubes LBBP RI Tunisia,Prof.Ikrar Nusa Bhakti.Ph,d pengurus PPI Tunisia masa bakti 2017/2018 khidmat mengucap janji. Suasana terasa hening saat janji – janji itu dilantukan dengan penuh khidmat.

Suasana khusyuk ketika para mahasiswa mengucapkan janji-janji.

Setelah acara berlangsung pengurus mengambil posisi, mengabadikan saat bersejarah itu dengan berfoto bersama bapak duta besar. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama dibawakan oleh ketua PPI Tunisia demisoner , Muhammad Ariandi, Lc. Diikuti sambutan oleh ketua terpilih, Labib El Muna, Lc dan terakhir sambutan oleh  Dubes LBBP RI di Tunisia.

Prof.Ikrar Nusa Bhakti.Ph,d menyampaikan sambutan pada acara.

Dalam kata sambutannya beliau Prof.Ikrar Nusa Bhakti.Ph,d dengan ramahnya menyampaikan “Believe it or not! Kalian itu harus siap menjadi siapapun dan harus siap menjadi pemimpin “.

Dan terakhir. Acara ditutup dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh Ardi Pramana,Lc. Semoga kedepannya PPI Tunisia bisa lebih baik dari periode sebelumnya, semakin berkembang dan informatif.(Ads)

PPI Tunisia Menghadiri Acara Perkenalan dengan Duta Besar RI Baru untuk Tunisia

PPITunisia – KBRI Tunis mengadakan acara perkenalan dan silaturahmi dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) yang baru Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti beserta istri dan staf nya pada Sabtu (7/5) lalu di Wisma Duta RI.

Duta Besar untuk Libya beserta Staff KBRI dan Medco Energi pun hadir dalam acara.

Turut hadir Duta Besar RI untuk Libya, Bpk. Raudin Anwar, juga masyarakat Indonesia di Tunisia, baik itu Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia, Staf KBRI, Staf Medco Energi beserta keluarga, dan beberapa WNI yang menikah dengan warga negara Tunisia pun ikut serta dalam acara tersebut.

Acara yang dibawakan oleh Staff KBRI Tunis, Ade Abd Hanan Katresna ini berjalan dengan penuh keceriaan, kehangatan, dan canda tawa sehingga membuat para tamu undangan yang hadir turut bahagia.

Prof. Ikrar Nusa Bhakti selaku Duta Besar LBBP yang baru memperkenalkan dirinya, serta menyampaikan pesan dan perasaannya setelah datang ke Tunisia.

“Saya Ikrar Nusa Bhakti Duta Besar RI untuk Tunisia yang baru sangat senang bisa datang ke Tunisia,” ucapnya di awal perkenalan sambil memperkenalkan isteri beserta staf wisma.

Prof.Ikrar Nusa Bhakti, Ph.d memperkenalkan diri,beserta istri dan para staff.

Mantan Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) itu dilantik Jokowi bersama 16 Duta Besar RI baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Alumni FISIP Universitas Indonesia (UI) yang dulunya bercita-cita menjadi seorang pilot ini sering tampil di layar televisi di Indonesia sebagai pengamat politik, tak heran karena beliau memperoleh gelar Ph.D. di bidang Sejarah Politik dari School of Modern Asian Studies, Griffith University Brisbane, Australia.

Bahkan sebelum bertugas ke Tunisia dirinya sempat dibercandai oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, “Saya dan Bapak Jokowi sedih ditinggal Pak Ikrar, karena sudah tidak bisa lihat debat bapak lagi di TV,” ujarnya sambil tersenyum lepas dan hadirin pun ikut terbawa suasana.

“Terakhir, saya berpesan kepada mahasiswa di sini jangan hanya belajar tapi jadikan buku, pesta dan cinta menjadi satu paket dan semoga kita semua bisa bekerjasama untuk ke depannya,” pesan bapak yang memiliki empat orang anak ini kepada mahasiswa dengan mengartikan penjelasannya tersebut pada cakupan yang luas.

Hal senada disampaikan oleh Ibu Atika Nusa Bhakti selaku istri dari bapak dubes, “Saya Atika Ratna Sari, istri dari Mas Ikrar, tugas saya di sini adalah membantu Mas Ikrar dalam mendengarkan keluh kesah masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Tunisia,” Ujar mantan asisten bapak dubes di LIPI tersebut.

Acara juga dimeriahkan pemutaran film pendek serta ucapan selamat datang yang diproduksi oleh Dept. Kominfo  dan dari salah satu ormas Islam, PCI NU untuk bapak duta besar

Kemudian berlanjut kepada sesi tanya jawab yang dipandu oleh Ariandi, Lc dan Indriyani Agustiandi. Acara ini pun diakhiri dengan shalat Maghrib berjamaah dan ramah tamah kuliner Indonesia. [] (ADs, IRM)

PPI Tunisia Mengadakan Tasyakuran Dengan Guru BIPA

Suasana Tasyakuran Di Salah Satu Kediaman Mahasiswa PPI Tunisia

Tunis – Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia mengadakan malam tasyakuran sekaligus perpisahan dengan guru Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Sabtu (29/4), yang berlangsung di salah satu kediaman mahasiswa, Dar Ismail, Tunis.

Program untuk pembelajaran Bahasa Indonesia bagi orang asing yang sekarang, menjadi salah satu prioritas pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Saat ini Kemendikbud mendatangkan tiga guru BIPA yaitu Eko widianto, Choris Wahyuni, dan Novia Rakhma. Mereka bertiga ditugaskan selama 3 bulan mengajar bahasa Indonesia di Tunisia.

Terselenggaranya acara perpisahan guru BIPA diikuti sebagian mahasiswa Indonesia di Tunisia.

Acara perpisahan yang dipimpin Wakil Ketua PPI Tunisia, Rahmat Ilahi ini berjalan dengan penuh kekeluargaan, diawali dengan kesan, pesan, dan pengalaman ketiga guru BIPA di Tunisia selama 3 bulan.

Eko Widianto yang merupakan salah satu guru BIPA menyampaikan suka citanya selama 3 bulan di Tunisia mengajar Bahasa Indonesia di 2 kampus berbeda, Univ. Zaitunah di Tunis dan Kuliyah Al-Adab wa Al-Ulum Al-Insaniyah di Sousse.

“Cintailah tanah air dan bahasa persatuan sebagai bahasa nasional,” ucap Eko Widianto, salah seorang guru BIPA.

Eko Widianto salah seorang Guru BIPA menyampaikan suka citanya di Tunisia.

Hal senada disampaikan oleh Choris Wahyuni selaku Staf Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, “Ketika kalian sedang berada di luar negeri maka ajarkanlah bahasa kita kepada orang-disekitar kita karena ini juga salah satu tugas kita sebagai bangsa Indonesia,” ungkap Choris Wahyuni.

Acara ditutup dengan Doa yang dipimpin Sdr. Kholillurahman dan diakhiri dengan makan malamserta foto bersama.

Acara ditutup dengan foto bersama.

Ketua PPI Tunisia terpilih Labib Elmuna, menyampaikan rasa syukurnya karena bisa berkumpul bersama para guru BIPA dan bisa sharing pengalaman kepada para mahasiswa.

“Alhamdulillah sebelum mereka menyelesaikan tugasnya di sini, kami bisa bertatap muka dan berbagi pengalaman yang bisa meningkatkan kebanggaan kita sebagai orang Indonesia,” ucap Labib. (Red. AYA/SC/ANI)

PPI Tunisia Hadiri Pengajian di Keluarga Medco Energy

Hari Sabtu 4 Februari 2017 yang lalu perusahaan minyak bumi asal Indonesia, Medco Energi yang berada di Tunisia mengadakan pengajian keagamaan di salah satu kediaman keluarga Medco Energi.

Kegiatan rutin Medco kali ini mempersilahkan seorang Ustadz dari Indonesia yaitu Ust. Muhammad Nuzul Dzikri, Lc. MA melalui Skype untuk memaparkan materi pengajian. Tak lupa Medco juga mengundang perwakilan dari pengurus PPI Tunisia untuk menghadiri pengajian tersebut.

Pengajian kali ini mengangkat tema yang amat penting bagi umat Islam yaitu “Keutamaan menuntut ilmu”, karena hanya dengan ilmu lah derajat seorang manusia akan diangkat oleh Allah Swt.

Begitu juga Islam sebagai agama penutup, adalah agama yang sangat ilmiah sehingga pada saat lahirnya Islam yaitu ketika wahyu turun pertama kali kepada Nabi Muhammad Saw, menganjurkan umatnya untuk membaca (اقرأ باسم ربك الذي خلق).

Begitu pentingnya ilmu bagi umat Islam sehingga dapat disimpulkan bahwa mencari ilmu itu :
1. Perintah yang diwajibkan Allah Swt
2. Jalan pintas menuju surga
3. Terhindar dari orang-orang yg dibenci Allah Swt
4. Ilmu agama lebih mahal dari pada harta

Tentu saja materi pengajian Medco ini penting sekali bagi teman-teman PPI Tunisia yang sedang menimba ilmu di Tunis, untuk selalu mengingat dan menyegarkan kembali tujuan ke negeri ini adalah semata-mata untuk mencari ilmu.

PPI Tunisia Adakan Acara Perpisahan & Penyambutan Mahasiswa S3

Malam Jumat tanggal 02 Februari 2017, teman-teman mahasiwa PPI sudah berkumpul di sekretariat PPI, Ma’qal Zaim Tunis. 2 mahasiswa program S3 yang baru datang beberapa waktu yang lalu, Ahda Bina, dosen di Universitas Muhammadiyah Malang, dan Fahmi Hamdi, dosen di UIN Antasari Banjarmasin juga sudah hadir.

Lazimnya acara PPI Tunisia, lantunan kalam ilahi dan sholawat menjadi menu pembuka, dan dilanjutkan dengan pesan dan kesan dari Ust. Dede Permana, doktor ke-4 asal Indonesia di Tunisia. Banyak hal disampaikan kepada teman-teman PPI, mulai dari sejarah dan riwayat mahasiswa Indonesia di Tunisia, penyambutan pengurus PPI di awal kedatangannya, Tunisia yang semakin di kenal di Indonesia dll. Tak lupa pesan beliau kepada teman-teman mahasiswa untuk bersyukur dan menikmati masa studi di Tunisia. Penyampaian rasa terima kasih dan permohonan maaf menjadi kalimat inti dari apa yang disampaikan beliau.

Bagi ust. Dede Permana, senior di PPI Tunisia yang sudah merampungkan masa studi doktoralnya di Universitas Zaitunah ini, masa yang terbentang kurang lebih 50 bulan bersama PPI Tunisia seperti baru kemarin saja.

Image may contain: 2 people

Tak terasa, sejak kedatangannya di Tunisia pada tahun 2012 untuk mengawali studi s3-nya akhirnya usai. Tentu, sebenarnya berat pula baginya meninggalkan Tunisia, pasalnya tahun 2007 lalu gelar magisternya diselesaikan juga di universitas yang sama. Tunisia sudah terasa seperti rumah sendiri.

Ust. Ahda dan ust. Fahmi bergiliran menyampaikan beberapa kalimat dan rasa terima kasih kepada PPI Tunisia, baik dalam penyambutan kedatangan beliau berdua maupun dalam pengurusan administrasi akademik mereka.

Image may contain: 4 people, indoor and outdoor

Sebelum pungkas acara makan bakso daging sapi menutup momen guyub PPI Tunisia, saudara Muhammad Alwan menjadi wakil dari teman-teman PPI Tunisia menyampaikan beberapa kesan dan pesan untuk ust. Dede. Mengutip ungkapan orang Tunisia, “umuruhu merigle (segala urusannya beres)” kesan Alwan. Juga kesan dan sekaligus pesannya adalah “..(ilmunya) ibarat mata air..”. Selalu tersedia untuk semua orang dan menyegarkan, menjadi rahmat untuk semua.

Semoga, perjalanan ust. Dede Permana kembali ke tanah air dimudahkan dan ikatan dengan teman-teman PPI Tunisia terus terjalin ketika semuanya sudah kembali dan berkiprah di Indonesia. Aamiin

Perpisahan Masyarakat Indonesia dengan Dubes RI Tunisia

Perpisahan Masyarakat Indonesia dengan Dubes RI Tunisia

Sabtu, tanggal 21 Januari 2017 menjadi saksi sedu sedan dan keharuan masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak?

Hari itu adalah momen terakhir silaturahim masyarakat Indonesia bersama duta besar LBBP RI untuk Tunisia bapak Rony Prasetya Yuliantoro sekeluarga beserta staf wima duta besar RI Tunisia, juga home staff KBRI ibu Wida Irvani.

Ya, tanggal 21 Januari 2017 menjadi momen perpisahan masyarakat Indonesia menjelang berakhirnya masa jabatan bapak dubes dan salah satu staff KBRI. Setelah 4 tahun lebih bapak dubes berada di Tunisia melaksanakan tugasnya (ibu Wida kurang lebih 3 tahun), membantu dan melayani masyarakat Indonesia, kini tiba saatnya perpisahan.

Bersyukur untuk tim kominfo PPI Tunisia yang telah mengabadikan momen ini dalam foto-foto. Inilah hasil bidikan fotografer PPI Tunisia. Semoga menjadi kenangan indah yang tidak lekang oleh waktu.

Image may contain: 4 people, people standing and suit

Image may contain: 2 people, people on stage, people standing, wedding and indoor Image may contain: 11 people, people smiling, people standing and indoor

Image may contain: 31 people, people smiling, people standing and indoor

Au revoir pak dubes sekeluarga.. Au revoir bu Wida..

Silakan cek foto-foto lengkap di sini :

Perpisahan Masyarakat Indonesia dengan Dubes RI Tunisia

مناقشة أطروحة دكتورة لطلبة الأندونيسي ديدي برمانا نوغراحا

تم عقد مناقشة أطروحتي لنيل شهادة الدكتورا بجامعة الزيتونة – تونس، وذلك في يوم الأربعاء 18-01-2017، وقررت لجنة المناقشة بنجاحي بملاحظة “مشرف جدا”.

فلذلك – بعد شكر الله تعالى – أود أن أتقدم بجزيل الشكر للجنة المناقشة، مبتدءا بأستاذي المشرف الفقيه الأصولي المقاصدي، فضيلة الشيخ الأستاذ الدكتور برهان النفاتي التي جمعتني به رفقة علمية دامت أكثر من أربع سنوات، وكان فيها أبا ومشرفا وناصحا وموجها، فله مني جميل الشكر والثناء، وأسأل الله تعالى أن يرزقه خيري الدنيا والآخرة.

وإلى أستاذتي الكريمة : الأستاذة الدكتورة منجية السوايحي رءيسة اللجنة، وأساتذي الكرام أعضاء اللجنة : الدكتور محمد الشتيوي، والدكتور محمد الحبيب العلاني، والدكتور منير بنجمور Mounir Benjammour، أشكركم جميعا على توجيهاتكم القيمة ونصاءحكم النافعة، فجزاكم الله خيرا كثيرا.

ولا يفوتني أن اشكر رءيس الجامعة فضيلة الشيخ الأستاذ الدكتور هشام قريسة، على حضوره في يوم المناقشة، وعلى حسن تعاونه خلال فترة دراستي في تونس، فأسأل الله تعالى أن يبارك له في جهوده وفي مسيراته العلمية..

كما أتقدم بتحية شكر لجميع الأساتذ والأساتذة بهذه الجامعة، وإلى كل من أعانني في فترة الدراسة إعانة معنوية ومادية – وهم كثيرون، فلهم مني الدعاء، ومن الله الأجر والثواب.

وأخيرا، أسجل فخري واعتزازي الكبير بانتسابي إلى هذه الجامعة العريقة التي تزينت بكوكبة من العلماء الأجلاء، فأسأل الله تعالى أن يبارك فيها، وفي طلابها وأساتذها وإدارتها، وأن يرزقهم الإخلاص، وأن يعينهم على القيام بمسؤوليتهم تجاهها.

(انتحال كامل من كتابة سيد ديدي برمانا في فيس بوك بعنوان شكر وتقدير)

Refleksi Akhir Tahun 2016 & Diskusi Kebangsaan “Merawat Kebhinekaan”

Refleksi Akhir Tahun 2016 & Diskusi Kebangsaan Merawat Kebhinekaan

Generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan cita-cita perjuangan para pendiri (founding father) Indonesia, perjuangan maha berat para pahlawan yang mengorbankan harta dan nyawa. Dan Alhamdulillah semangat perjuangan ini masih ada di dalam diri generasi muda yang tergabung dalam wadah Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia.

Hal ini tercermin dalam kegiatan yang hangat nan penuh semangat pada hari Jum’at kemarin, 30 Desember 2016 bertempat di ruang konferensi Hotel Golden Tulip Tunis, hasil kerjasama antara PPI Tunisia dengan KBRI Tunisia. Acara yang bertajuk Refleksi Akhir Tahun 2016 & Diskusi Kebangsaan “Merawat Kebhinekaan” sukses memungkasi tahun 2016 dengan serangkain aktifitas yang menguatkan kembali arti penting persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Membincang tema kebangsaan bukanlah ‘makanan’ pelajar dan mahasiswa PPI Tunisia saja. Terbukti selain dihadiri oleh duta besar LBBP RI untuk Tunisia beserta seluruh staff KBRI Tunisa, hadir pula masyarakat indonesia lainnya dari staff Medco Energy Indonesia dan keluarga, juga masyarakat Indonesia laiinya yang ada di Tunisia.

Dimulai sekitar pukul 15.00, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Kemudian moderator seminar, saudara Ariandi yang juga merupakan ketua PPI Tunisia, langsung membuka dengan diskusi panel dengan tiga pembicara, Bapak Rony Prasetyo Yuliantoro (Duta Besar LBBP RI untuk Tunisia), Bapak Budi Juliandy (Kandidat Doktor UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta), dan Bapak Dede Ahmad Permana (Kandidat Doktor Universitas al-Zaitunah Tunisia).

Image may contain: 4 people, people sitting, table and indoor

Image may contain: 1 person, indoor

Usai seminar, acara dilanjutkan dengan diskusi ala Indonesia Lawyer Club (ILC) yang dikomandani oleh bung Sugianto Amir. Satu demi satu peserta menyampaikan pemikirannya terkait bangsa Indonesia, khusunya berkaitan dengan kebhinekaan di Indonesia. Hangatnya diskusi mampu mengusir jauh-jauh rasa dingin akibat musim dingin di Tunisia.

Image may contain: 5 people, people sitting, people playing musical instruments and guitar

Disela-sela seminar dan diskusi ala ILC itu, peserta yang hadir langsung disuguhi penampilan apik dari musisi PPI Tunisia, Azmi, Fadil, Zulfa dan Alwan, juga deklamasi puisi dari staf KBRI Tunisia; bapak Nedy dan ibu Merita.

Image may contain: 2 people, people sitting and indoor

Diskusi ala ILC selama dua sesi pun serasa tak cukup membincang tema kebangsaan ini. Hingga akhir sesi, masih banyak peserta yang meminta waktu untuk menyampaikan pemikirannya. Namun, acara harus diakhiri untuk dilanjutkan dengan santap malam. Dan usai santap malam, hadirin pun meninggalkan tempat acara sekitar pukul 20.00 dengan penuh semangat dan harapan masa depan yang lebih baik. Insya allah.

Semoga bangsa dan negara Indonesia kedepan semakin sejahtera dan maju, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. Aamiin.

[Maklumat] Agenda PPI Tunisia : Dialog & Refleksi Akhir Tahun 2016

[Maklumat] Agenda PPI Tunisia Dialog & Refleksi Akhir Tahun 2016

Dalam rangka menutup jadwal agenda tahun 2016, pada Jumat (30/12), Ppi Tunisia bekerja sama dengan KBRI Tunisia akan menyelenggarakan Diskusi Kebangsaan dengan tema “Merawat Kebhinekaan” yang akhir-akhir ini menjadi topik perbincangan yang cukup hangat di semua kalangan.

Adapaun panelis utama yang akan berbicara pada acara tersebut adalah Bapak Ronny Prasetyo Yuliantoro selaku Dubes LBBP RI untuk Tunisia, Dede Ahmad Permana dosen tetap IAIN Banten dan Budi Juliandi dosen tetap IAIN Langsa.

Image may contain: 4 people, people smiling, text

Peringatan 12 Tahun Tsunamai Aceh (2004-2016)

Peringatan 12 Tahun Tsunamai Aceh (2004-2016)

Besok tanggal 26 Desember 2016 akan diadakan peringatan 12 Tahun Tsunami Aceh dengan tema “Majukan Negeri, Bangun Budaya Siaga Bencana Masyarakat” dan serangkaian agenda yang akan dipusatkan di area Masjid Baiturrohim Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. (sumber: www.goaceh.co)

Dengan adanya peringatan ini, semoga masyarakat Indonesia semakin siaga dalam menghadapai segala bencana, sesuai dengan spirit hari Relawan Nasional yang tanggalnya diambil dari hari terjadinya bencana Tsunami, 26 Desember 2004 silam.

Image may contain: sky, text and outdoor

Mari kita berdo’a bersama, semoga seluruh arwah korban bencana tsunami Aceh mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Alfatihah..

PPI Tunisia